Minggu, 27 Januari 2019

Komunikasi Massa

KOMUNIKASI MASSA : DEFINISI, KARAKTERISTIK DAN FUNGSI
Definisi :

KOMUNIKASI MASSA ADALAH SUATU PROSES MELALUI MANA KOMUNIKATOR-KOMUNIKATOR MENGGUNAKAN MEDIA UNTUK MENYEBARLUASKAN PESAN-PESAN SECARA LUAS DAN TERUS MENERUS MENCIPTAKAN MAKNA-MAKNA SERTA DIHARAPKAN DAPAT MEMPENGARUHI KHALAYAK YANG BESAR DAN BERAGAM DENGAN MELALUI BERBAGAI CARA.

(DeFleur & McQuail, 1985, McQuail, 2000).

FOKUS STUDI :

MEDIA MASSA MENJADI OBYEK UTAMA STUDI KOMUNIKASI MASSA

MEDIA MASSA TIDAK HANYA SEBAGAI SALURAN KOMUNIKASI TETAPI   JUGA DALAM POSISINYA SEBAGAI INSTITUSI:

EKONOMI (BISNIS)

SOSIAL-BUDAYA

POLITIK

Karakteristik KOMUNIKASI MASSA
(Konsep Klasik)

1.Ditujukan ke khalayak luas, heterogeen, tersebar, anonim serta tidak mengenal batas geografis dan kultural.

2.Bersifat umum bukan perorangan.

3.Penyampaian pesan berjalan secara cepat dan mampu menjangkau khalayak yang luas dalam waktu yang relatif singkat (messages multiplier)

4.Penyampaian pesan cenderung berjalan satu arah

5.Kegiatan komunikasi dilakukan secara terencana, terjadwal dan terorganisir.

6.Kegiatan komunikasi dilakukan secara berkala tidak bersifat temporer.

7.Isi pesan mencakup berbagai aspek kehidupan (sosial, ekonomi, politik, budaya, dll.)

Konsepsi Komas Klasik :

HANYA MENCAKUP 5 MEDIA MASSA : (THE BIG FIVE OF MASS MEDIA)

SURATKABAR

MAJALAH

RADIO

TELEVISI

FILM



IMPLIKASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Perbedaan konseptual, fungsional dan operasional antara Komunikasi Massa dengan Komunikasi Antarpribadi semakin kabur dan menipis.

Ada pergeseran konsepsi : dari ONE TO MANY COMMUNICATION menjadi MANY TO MANY COMMUNICATIONS.

Fungsi Sosial Media Massa
(Lasswell & Wright)

1. PENGAWASAN LINGKUNGAN (Social Surveillance)

2. KORELASI SOSIAL (Social Correlation)

3. SOSIALISASI (Social Transmission)

4. HIBURAN (Entertainment)

Fungsi Sosial Media Massa
(Lazarsfeld & Merton)

1. MEMBERIKAN/MENGUKUHKAN STATUS SOSIAL

2. MEMPERKOKOH NORMA-NORMA SOSIAL



FUNGSI MEDIA MASSA BAGI INDIVIDU
(Becker, 1985)

PENGAWASAN ATAU PENCARIAN INFORMASI
PENGEMBANGAN DIRI
FASILITASI DALAM HUBUNGAN SOSIAL
SUBSTITUSI DALAM HUBUNGAN SOSIAL
MEMBANTU MELEGAKAN EMOSI/AFEKSI
SARANA PELARIAN DARI KETEGANGAN  DAN KETERASINGAN
BAGIAN DARI KEHIDUPAN RITUAL RUTIN (RITUALISASI)
DAYA TARIK ISI PESAN MEDIA MASSA    :

Novelty
Jarak (Dekat atau Jauh)
Popularitas
Konflik (Pertentangan)
Komedi (Humor)
Seks dan keindahan
Emosi/Afeksi
Nostalgia
Human Interest

Dasar Seni Audio Visual

A. Pengertian Media Audio Visual

Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media auditif (mendengar) dan visual (melihat). Media Audiovisual merupakan sebuah alat bantu audiovisual yang berarti bahan atau alat yang dipergunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam menularkan pengetahuan, sikap, dan ide.

Dari hasil penelitian media audiovisual sudah tidak diragukan lagi dapat membantu dalam pengajaran apabila dipilih secara bijaksana dan digunakan dengan baik. Beberapa manfaat alat bantu  audiovisual adalah:
1.        Membantu memberikan konsep pertama atau kesan yang benar;
2.        Mendorong minat;
3.        Meningkatkan pengertian yang lebih baik;
4.        Melengkapi sumber belajar yang lain;
5.        Menambah variasi metode mengajar;
6.        Menghemat waktu;
7.        Meningkatkan keingintahuan intelektual;
8.        Cenderung mengurangi ucapan dan pengulangan kata yang tidak perlu;
9.        Membuat ingatan terhadap pelajaran lebih lama;
10.    Dapat memberikan konsep baru dari sesuatu diluar pengalaman biasa.

B.       Jenis-jenis Media Audio Visual

1.    Media Audio Visual Gerak
Media audio visual gerak adalah media intruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi) karena meliputi penglihatan, pendengaran dan gerakan, serta menampilkan unsur gambar yang bergerak. Jenis media yang termasuk dalam kelompok ini adalah televisi, video tape, dan film bergerak.

a.    Film
Film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame dimana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup. Kemampuan film melukiskan gambar hidup dan suara memberinya daya tarik tersendiri. Kedua jenis media ini pada umumnya digunakan untuk tujuan-tujuan hiburan, dokumentasi, dan pendidikan. Mereka dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu, dan mempengaruhi sikap.
Oemar Hamalik mengemukakan bahwa film yang baik mamiliki ciri-ciri sebagi berikut:
a.    Dapat menarik minat anak;
b.   Benar dan autentik;
c.    Up to date dalam setting, pakaian dan lingkungan;
d.   Sesuai dengan tingkatan kematangan audien;
e.    Perbendaharaan bahasa yang dipergunakan secara benar;
f.                      Kesatuan dan squence-nya cukup teratur;
g.   Teknis yang dipergunakan cukup memenuhi persyaratan dan cukup memuaskan.

b.      Video
Video sebagai media audio visual yang menampilkan gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disajikan dapat bersifat fakta (kejadian/ peristiwa penting, berita), maupun fiktif (seperti misalnya cerita), bisa bersifat informatif, edukatif maupun intruksional. Sebagian besar tugas film dapat digantikan oleh video, namun tidak berarti bahwa video akan menggantikan kedudukan film. Masing-masing memiliki keterbatasan dan kelebihan sendiri.

c.      Televisi (TV)
Televisi adalah sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel dan ruang. Dewasa ini televisi yang dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dengan mudah dapat dijangkau melalui siaran dari udara ke udara dan dapat dihubungkan melalui satelit. Televisi pendidikan adalah penggunaan program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkannya. Televisi pendidikan tidak hanya menghibur, tetapi lebih penting adalah mendidik. Oleh karena itu, ia memiliki ciri-ciri tersendiri, antara lain yaitu:
(1) Dituntun oleh instruktur, seorang instruktur atau guru menuntun siswa sekedar menghibur tetapi yang lebih penting adalah mendidik. melalui pengalaman-pengalaman visual.
(2) Sistematis, siaran berkaitan dengan mata pelajaran dan silabus dengan tujuan dan pengalaman belajar yang terencana.
 (3) Teratur dan berurutan, siaran disajikan dengan selang waktu yang berurutan secara berurutan dimana satu siaran dibangun atau mendasari siaran lainnya,
(4) Terpadu, siaran berkaitan dengan pengalaman belajar lainnya, seperti latihan, membaca, diskusi, laboratorium, percobaan, menulis, dan pemecahan masalah.
Televisi sebenarnya sama dengan film, yakni dapat didengar dan dilihat. Media ini berperan sebagai gambar hidup dan juga sebagai radio yang dapat dilihat dan didengar secara bersamaan.
Media komunikasi massa khususnya televisi berperan besar dalam hal interaksi budaya antar bangsa, karena dengan sistem penyiaran yang ada sekarang ini, wilayah jangkauan siarannya, tidak ada masalah lagi. Meskipun demikian, bagaimanapun juga televisi hanya berperan sebagi alat bukan merupakan tujuan kebijaksanaan komunikasi, karena itu televisi mempunyai fungsi:
a.    Sebagai alat komunikasi massa
Daerah jangkauan televisi, dibelahan bumi manapun sudah tidak menjadi masalah bagi media massa. Hal ini karena ada revolusi dibidang satelit komunikasi massa yang terjadi pada akhir-akhir ini. Sebagi akibat adanya sistem komunikasi yang canggih itu, media massa televisi mampu membuka isolasi masyarakat tradisional yang sifatnya tertutup menjadi masyarakat yang terbuka.
b.    Sebagi alat komunikasi pemerintah
Sebagi alat komunikasi pemerintah, televisi dalam pesan komunikasinya terhadap kondisi sosial budaya suatu bangsa, meliputi tiga sasaran pokok, yaitu:
1)        Memperkokoh pola-pola sosial budaya
2)        Melakukan adaptasi terhadap kebudayaan
3)        Kemampuan untuk mengubah norma-norma soaial budaya bangsa.

2.      Media Audio Visual Diam
Media audio visual diam yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam, seperti:

a.    Film bingkai suara (sound slides)
Film bingkai adalah suatu film transparan (transparant) berukuran 35 mm, yang biasanya dibungkus bingkai berukuran 2x2 inci terbuat dari kraton atau plastik. Ada program yang selesai dalam satu menit, tapi ada pula yang hingga satu jam atau lebih. Namun yang lazim, satu program film bingkai suara (sound slide) lamanya berkisar antara 10-30 menit. Jumlah gambar (frame) dalam satu program pun bervariasi, ada yang hanya sepuluh buah, tetapi ada juga yang sampai 160 buah atau lebih.

b.    Film rangkai suara
Berbeda dengan film bingkai, gambar (frame) pada film rangkai berurutan merupakan satu kesatuan. Ukurannya sama dengan film bingkai, yaitu 35 mm. Jumlah gambar satu rol film rangkai antara 50-75 gambar dengan panjang kurang lebih 100 sampai dengan 130, tergantung pada isi film itu.

C.       Karakteristik Media Audio Visual
Teknologi Audio visual cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi yaitu dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Pengajaran melalui audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangakat keras selama proses belajar, seperti mesin proyektor film, tape recorder, dan proyektor visual yang lebar. Karakteristik atau ciri-ciri utama teknologi media audio-visual adalah sebagai berikut:
1.      Mereka biasanya bersifat linier;
2.      Mereka biasanya menyajikan visual yang dinamis;
3.      Mereka digunakan dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perancang/pembuatnya;
4.      Mereka merupakan representasi fisik dari gagasan real atau gagasan abstrak;
5.      Mereka dikembangkan menurut prinsip psikologis behaviorisme dan kognitif;
6.  Umumnya mereka berorientasi kepada guru dengan tingkat pelibatan interaktif murid yang rendah.

D.       Kelebihan dan Kekurangan Media Audio visual
Media audio visual mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Ada dua jenis media audio visual disini yaitu audio visual gerak dan audio visual diam.

Kelebihan media audio visual gerak

1.    Kelebihan dan kekurangan film sebagai media audio visual gerak.

a.    Keuntungan atau manfaat film sebagai media pengajaran antara lain:
1)   Film dapat menggambarkan suatu proses, misalnya proses pembuatan suatu keterampilan tangan dan sebagainya.
2)   Dapat menimbulkan kesan ruang dan waktu.
3)   Penggambarannya bersifat 3 dimensional.
4) Suara yang dihasilkan dapat menimbulkan realita pada gambar dalam bentuk ekspresi murni.
5)   Dapat menyampaikan suara seorang ahli sekaligus melihat penampilannya.
6) Kalau film dan video tersebut berwarna akan dapat menambah realita objek yang diperagakan.
7)   Dapat menggambarkan teori sain dan animasi.

b.    Kekurangan-kekurangan film sebagai berikut:
1) Film bersuara tidak dapat diselingi dengan keterangan-keterangan yang diucapkan sewaktu film diputar, penghentian pemutaran akan mengganggu konsentrasi audien.
2)   Audien tidak akan dapat mengikuti dengan baik kalau film diputar terlalu cepat.
3)   Apa yang telah lewat sulit untuk diulang kecuali memutar kembali secara keseluruhan.
4)   Biaya pembuatan dan peralatannya cukup tinggi dan mahal.

2.    Kelebihan dan kekurangan video sebagai media audio visual gerak

a.    Kelebihan video
1)   Dapat menarik perhatian untuk periode-periode yang singkat dari rangsangan lainnya.
2)   Dengan alat perekam pita video sejumlah besar penonton dapt memperoleh informasi dari ahli-ahli/ spesialis.
3)   Demonstrasi yang sulit bisa dipersiapkan dan direkam sebelumnya, sehingga dalam waktu mengajar guru dapat memusatkan perhatian dan penyajiannya.
4)   Menghemat waktu dan rekaman dapat diputar berulang-ulang.
5)   Keras lemah suara dapat diatur dan disesuaikan bila akan disisipi komentar yang akan didengar.
6)   Guru bisa mengatur dimana dia akan menghentikan gerakan gambar tersebut, artinya kontrol sepenuhnya ditangan guru.
7)   Ruangan tidak perlu digelapkan waktu menyajikannya.

b.    Kekurangan video
1)   Perhatian penonton sulit dikuasai, partisipasi mereka jarang dipraktekkan.
2)   Sifat komunikasinya yang bersifat satu arah haruslah diimbangi dengan pencarian bentuk umpan balik yang lain.
3)   Kurang mampu menampilkan detail dari objek yang disajikan secara sempurna.
4)   Memerlukan peralatan yang mahal dan kompleks.

3.    Kelebihan dan kekurangan televisi sebagai media audio visual gerak

a.    Kelebihan televisi:
1)   Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya.
2)   Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau berbagai negara.
3)   Dapat menciptakan kembali peristiwa masa lampau.
4)   Dapat mempertunjukkan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam.
5)   Banyak mempergunakan sumber-sumber masyarakat.
6)   Menarik minat anak.
7)   Dapat melatih guru, baik dalam pre-service maupun dalam intervice training.
8)   Masyarakat diajak berpartisipasi dalam rangka meningkatkan perhatian mereka terhadap sekolah.

b.    Kekurangan-Kekurangan Televisi:
1)   Televisi hanya mampu menyajikan komunikasi satu arah.
2)   Televisi pada saat disiarkan akan berjalan terus dan tidak ada kesempatan untuk memahami pesan-pesan nya sesuai dengan kemampuan individual siswa.
3)    Guru tidak memiliki kesempatan untuk merevisi tayangan TV sebelum disiarkan.
4)   Layar pesawat televisi tidak mampu menjangkau kelas besar sehingga sulit bagi semua siswa untuk melihat secara rinci gambar yang disiarkan.
5)   Kekhawatiran muncul bahwa siswa tidak memiliki hubungan pribadi dengan guru, dan siswa bisa jadi bersifat pasif selama penayangan.

Kelebihan media audio visual diam

1.    Kelebihan  film bingkai sebagai media audio visual diam.

a.    Kelebihan film bingkai sebagai media pendidikan adalah:
1)        Materi pelajaran yang sama dapat disebarkan  ke seluruh siswa secara serentak;
2)        Perhatian anak-anak dapat dipussatkan pada satu butir tertentu;
3)        Fungsi berfikir penonton dirangsang dan dikembangkan secara bebas;
4)        Film bingkai berada di bawah kontrol guru;
5)        Dapat dilakukan secara klasikal maupun individu;
6)        Penyimpanannya mudah (praktis);
7)        Dapat mengatasi keterbatasan keterbatasan ruang, waktu dan indera;
8)        Mudah direvisi/diperbaiki, baik visual maupun audionya;
9)        Relatif sederhana dan murah dibandingkan dengan media TV atau film;
10)    Program dibuat dalam waktu singkat.

Produksi Audio Visual

Media Televisi/Video merupakan media audio visual (Motion), termasuk jenis media pandang-dengar. Media ini menjadi sangat ampuh menjangkau masyarakat luas manakala disiarkan melalui media televisi, masuk kerumah-rumah manakala diproduksi dalam bentuk kaset video/VCD yang hampir mematikan film layar lebar. Isi programnya bervariasi, mulai dari program hiburan, pendidikan dan pembelajaran. Dengan kemampuannya menampilkan unsur suara dan gambar, mudah memanfaatkannya, serta variatif program yang disajikan, menjadi media ini sangat memasyarakat.
Klasifikasi program media TV/Video terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:
Pembelajaran. Program ini dibuat untuk mencapai tujuan pembelajaran/pengajaran, dengan harapan terjadinya perubahan tingkah laku pada diri sasaran. Ciri dari program TV Pembelajaran adalah: 1) Merupakan bagian integral dari sistem pembelajaran sebagai bahan pembelajaran, sehingga isi program bersumber dari kurikulum. Program tersebut biasanya dilengkapi dengan bahan penyerta sebagai petunjuk pemanfaatan. 2) Adanya evaluasi hasil belajar untuk memberi penilaian setelah sasaran menyaksikan program.
Pendidikan. Program lebih mengarah pada informasi, apresiasi, sosial budaya dan ilmu pengetahuan. Evaluasi tidak dilakukan untuk menilai sasaran/penonton, tetapi untuk mengevaluasi program yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu.
Hiburan. Program bersifat rekreatif, sentuhan artistik dan konstruk gramatikal lebih diutamakan. Beberapa program hiburan kadang-kadang memasukkan unsur pendidikan.
MENAGEMENT PRODUKSI FILM
1.      Produser: Pihak yang mendanai produksi
2.      Pimpinan Produksi: pihak yang melaksanakan produksi secara manajerial atau teknis
3.      Script Writter: orang yang ditunjuk untuk menulis naskah
4.      Director: orang yang bertanggung jawab secara teknis pada seluruh kerja produksi
5.      Asisten Direktor: orang yang bertanggung membantu director dilokasi shooting
6.      Director Photography: orang yang bertanggung jawab pada estetika pengambilan gambar
7.      Technical Director: orang yang bertanggung jawab terhadap peralatan teknis dan mengeplayan divisi kamera,lighting dan sound.
8.      Unit manager: orang yang bertanggung jawab pada fasilitas produksi, seperti perizinan lokasi, pengadaan alat dan lain-lain
9.      Art director: orang yang bertanggung jawab atas kesiapan non teknis, dan mengapalai divisi artistic, special effect.
10.  Editor: orang yang mengedit
S.O.P (Standar Operation Procedur)
v  Ide atau Gagasan: ide cerita yang nanti akan dikembangkan menjadi sebuah bentuk alur cerita
v  Sinopsis: ringkasan atau kerangka pikiran dari awal hingga akhir
v  Tema: tujuannya adalahh untuk menentukan topik dan menentukan kelompok sasaran
v  Riset: melakukan wawancara,pengamatan, dan pengalaman langsung, pencarian data, referensi, dll.
v  Treatment: uraian tokoh utama, garis besar plot, alur cerita, uranian adegan-adegan utama.
v  Scenario: dialog, keterangan detail adegan, waktu, lokasi, wardrobe, dan cast yang terlihat.
v  Survey lokasi: mencari likasi yang sesuai dengan scenario
v  Storyboard: rangkaian gambar yang menggambarkan adegan, dialog, waktu, ukurang shot, wardrobe, dan property yang dibutuhkan.
v  Shootlist: panduan kameramen dan DOP dalam melakukan pengambilan gambar berdasarkan storyboard dan scenario.
v  Breakdown shoting: panduan dilapangan tentang adegan yang akan dieksekusi berdasarkan waktu yang telah disepakati.
v  Shooting schedule: jadwal shooting untuk semua divisi yang terlihat.
v  Shooting: pelaksanaan semua perencanaan.
v  Logging atau pencatatan dan seleksi shot: menyeleksi shot-shot yang masuk dalam katagori baik, untuk dijadikan panduan editor.
v  Offline edit on script editing: menyusun gambar sesuai dengan scenario.


RUNDOWN PRODUKSI
Langkah-langkah produksi media TV/Video, yaitu:
Pra produksi
v  Penulisan naskah (synopsis, treatment, skenario)
v  Menentukan (produser, penulis naskah, unit manager, director, editor, tecnical director dan art director
v  Menetapkan rundawn produksi
v  Proses casting, survey lokasi, story board, budgeting, pemilihan crew,dll
v  Cheeking equiptment, shooting schedule, shootlish set bocking
v  Pembentukan white book production
v  Bedah naskah all crew dan talent
v  Pengamatan dan latihan teknik dilokasi dan proses reading talent
Produksi
v  Crew call
v  Briefing all team productions
v  Reading talent, set up locations
v  Rehearsal
v  Stenby blocking
v  Take
v  Shooting report
v  Check equiptment
Pasca produksi
v  Editing offline
v  Editing mixing
v  Dubbing
v  Pemilihan musik, effek, soundtrack
v  Mastering
v  Lauching
Sedangkan kegiatan pokok dalam produksi tersebut, meliputi:
Penulisan naskah
Pengambilan gambar/suara (shooting)
Editing

Seperti telah kita ketahui setiap elemen dalam pembuatan film, mempunyai dua unsur yang harus kita pahami yaitu teknis dan estetika. Ada beberapa komposisi gambar, yaitu:
1)      Gerakan Kamera dan lensa
a.      Panning : gerakan mendatar dari kiri ke kanan. Gerakan pan akan membuat penonton merasa sedang menanti sesuatu yang akan tanpak di layar, sehingga sebelum melakukan pan seorang kameramen harus menentukan titik aawal dan akhir dari sebuah shot.
b.      Tilting (tilt): gerakan kamera secara vertikal,dari bawah ke atas atau seballiknya.
c.       Zooming : gerakan lensa mendekati atau menjauh objek secara optis, yaitu dengan merubah lensa dari sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar dan sebaliknya
d.      Rack focus: mengubah fokus lensa dari objek dilatar belakang ke objek latar depan, atau sebaliknya
2)      Framing atau Bidang Pandang
Adalah lebar sempitnya bidang pandang yang masuk kedalam frame (bingkai kamera)
a.      ELS (extreme long shot): shot yang sangat jauh dan menghasilkan bidang pandang yang luas. Objek utama tanpak lebih kecil
b.      LS (Long Shot): shot jauh dan menghasilkan pandangan yang lebih dekat
c.       MLS (Medium Long Shot): shot yang menghasilkan bidang pandang yang lebih dekat, objek manusia diambil dari mulut hingga kepala.
d.      MCU (Medium Close Up): objek di lihat dari bawah dada sampai atas kepala
e.      CU (Close Up): objek menjadi pusat perhatian dari gambar. Untuk manusia di tampilkan dari bahu sampai kepala
f.        BCU (Big Close Up) : shot yang hanya akan menampilkan bagian tertentu dari sebuah objek dan gambar tersebut memenuhi frame pada kamera
g.      Two Shot, three shot: adalah shot yang berisi gambar 2/3 objek manusia
h.      OSS ( over the shoulder shot): shot dimana objek menhadap kamera, dengan bingkai bahu dan kepala sabagian dari objek yang lain sebagai lawan bicara.
i.        ES (establising shot) pengambilan gambar dengan kamera yang tak bergerak.
3)      Kamera Angle: sudut dimana kamera mengambil gambar suatu objek. Dengan menempatkan kamera padaposisi yang tepat maka akan menghasilkan kesan tertentu dari sebuah gambar dan juga akan menghasilkan gambar yang baik.
a.      Normal angle: posisi ini kamera ditempatkan setinggi mata objek. Tidak ada kesan khusus pada posisi ini. Dan biasa digunakan pada shot-shot yang bersifat formal
b.      High angle: posisi kamera lebih tinggi dari mata manusia atau objek yang sedang di ambil gambarnya
c.       Low angle: posisi gambar berada di bawah ketinggian mata objek.
d.      Subjective angle: kamera diposisikan sebagai seorang tokoh yangtak kelihatan dilayar, dan memberi kesan sudut pandang dari tokoh tersebut.
Catatan singkat
1.      Shot: satuan adegan dalam film yang di rekam pada saat yang sama
2.      Take: satuan atau perekaman action
3.      Sinopsis: ringkasan cerita film, drama, tv show
4.      Skenario: naskah lengkap
5.      Screenplay: naskah lengkap
6.      A/V Script:naskah film atau televisi untuk berita, presentasi corporate atau produksi iklan yang menggunakan 2 kolom.
7.      Shooting Script: naskah film dimana  ditulis uraian lengkap dari setiap adegan yang mau diambil.
8.      Recce: pengintaian atau penyelidikan unuk mengumpulkan informasi.
9.      Story Board: papan cerita atau deretan gamabr-gamba sketsa dari adegan-adegan pokok dari suatu cerita
10.  Scene: adegan atau bagian dari suatu action dalam sebuah film atau iklan
11.  Sequence: babak atau bagian dari film yang terdiri dari beberapa scene yang menunjukkan suatu peristiwa.
12.  Stand by: aba-aba sutradara pada seluruh kru yang terlibat produksi untuk siap, shooting akan mulai.
13.  Rolling: aba-aba bahwa alat perekam (kamera atau VTR) sedan berjalan dalam mode recording
14.  Cue: isarat sutradara kepada pemain untuk mulai berakting
15.  Action: aba-aba sutradara agar permain mulai berakting
16.  Talent: pemain dalam adegan

Tips Merekam Video Dengan Sempurna
1.      Jika memungkinkan, selalu pergunakanlah manual focus.
Atur white balance pada setiap perpindahan lokasi atau pergantian sumber pencahayaan.
Jika melakukan pengambilan gambar di luar ruangan (outdoor shooting), posisikan matahari di belakang anda. Begitu juga sumber pencahayaan lainnya.
Rencanakan ambilan gambar (shot) Anda. Sebaiknya, jangan mulai merekam gambar sebelum Anda siap merekam gambar dengan sempurna. Dan yang lebih penting subyek rekaman Anda siap untuk direkam (komposisi, focus, pecahayaan, dsb. ).
Gunakan tripod atau alat bantu lainnya.
Dalam kondisi rekaman tanpa alat bantu (handhelds), pegang dan kendalikan kamera video Anda sedemikian rupa agar hasil rekaman tetap stabil (andaikan sebagai secangkir kopi panas).
Gunakan zooming hanya untuk menata komposisi ambilan gambar. Hindari penggunaannya pada saat merekam (rolling), kecuali jika ada maksud untuk tujuan tertentu atau memang disengaja karena hasil rekaman akan diproses lebih lanjut (editing).
Shoot to edit. Pastikan untuk memproses lebih lanjut setiap hasil rekaman Anda (editing). Untuk itu, rekaman video harus diciptakan dan dipersiapkan sedemikian rupa agar siap untuk diproses lebih lanjut (variasi dan kelengkapan gambar, durasi setiap shot, menghindari fasilitas kamera yang tidak diperlukan, dsb.)Jaga durasi setiap shot. Jangan terlalu panjang dan monoton (tanpa variasi), namun juga jangan terlalu pendek. Minimal antara 8 hingga 10 detik. Tidak ada batas maksimal karena tergantung action yang direkam. Namun sebaik sudah mulai merekam 3 hingga 5 detik sebelum action berlangsung. Berikan durasi yang sama setelah action berlangsung.
Jaga setiap shot dalam kondisi steady tanpa pergerakan kamera, setidaknya selama 10 detik. Jika suatu shot akan berisi pergerakan kamera, berikan awalan dan akhiran dalam kondisi steady dengan durasi setidaknya 3 hingga 5 detik.
Pada saat merekam, selalu antisipasi pergerakan subyek atau apa yang akan dilakukannya.

Manajemen Produksi, Penulisan Naskah dan Penyutradaraan

MANAJEMEN PRODUKSI FILM
Mengacu pada profesi yang pada keseluruhan proses produksi, berikut beberapa penjelasan tentang proses produksi dalam manajemen produksi film.

1. Pra produksi dan Development

Pra produksi adalah sebuah tahap persiapan sebelum kegiatan syuting dimulai. Proses ini sangat menentukan kelancaran kegiatan syuting nantinya. Oleh karena itu proses ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ada beberapa pekerjaan pada pra produksi ini, diantaranya yaitu:
a. Pemilihan Style

Pemilihan style film yang akan dibuat harus sesuai dengan kemampuan skill yang kita miliki. Juga harus disesuaikan dengan budget yang tersedia. Apabila tidak, maka hasil dari film yang kita buat tidak akan maksimal, bahkan mungkin gagal total. Adapun beberapa style yang sering kita lihat yaitu :
1) Full animasi ( mengandalkan skill dibidang animasi )
2) Full Cinematografi ( mengandalkan skill dibidang sinematografi )
3) Gabungan antara keduanya.

b. Pemilihan Tema dan Ide Cerita

Tema merupakan garis besar visual yang akan kita buat. Pemilihan tema dilakukan secara brain storming. Misalnya temanya adalah alam, ghotic, humor, dan lain-lain. Setelah mendapatkan tema, kemudian kita buat detail dalam bentuk synopsis. Banyak melihat pada referensi adalah hal yang sangat baik. Bagi sebagian kita, referensi kadang membuat kita ingin membuat sesuatu diluar jangkauan ketrampilan kita. Hal ini kadang membuat kualitasnya tanggung atau jelek sama sekali. Pemilihan ide dan referensi ini sesuai dengan keterampilan kita agar tantangannya tetap ada. Jangan terlalu terjebak dengan aturan-aturan dalam pembuatan cerita film. Menurut pengalaman, hal ini dapat membuat sebuah film cerita tidak sama dengan aturan sebuah video lainnya.
Dalam pencarian sebuah ide untuk synopsis, harus memperhitungkan hal penting ini :
1. Penyesuaian budget
2. Feel
3. Skill
4. Lihat referensi
5. dan peralatan yang ada

Setelah synopsis jadi, selanjutnya dibuatlah script, story board, director script. Menurut pengalaman story board, meskipun cukup sulit dibuat namun cukup berguna, hanya saja jangan sampai terjebak dalam proses ini, karena kadang pembuatannya terlalu memakan waktu dan kurang akurat dengan kondisi saat syuting.
Director script cukup penting dibuat untuk kemudahan bagi sutradara pada pelaksanaan syuting. Director script juga sangat membantu dalam efesiensi waktu dan juga akurasi dalam memvisualisasikan script. Adapun format lain dalam penyususnan desain pra produksi ini yaitu :

a. Ide dan tema cerita
b. Sinopsis
c. Outline
d. Skenario
e. Analisa scenario :
1. Analisa pesan
2. Analisa karakter
3. Analisa setting
4. Analisa property
5. Analisa wardrobe
f. Breakdown & Sub breakdown
g. Hunting Plan
h. Hunting
i. Hunting report ( pemain, property, wardrobe, lokasi, transportasi, logistic, akomodasi )
j. Direcror shot
k. Floor plan
l. Storyboard
m. Desain proses & jadwal
n. Desain budget
o. Konsep penyutradaraan, art, kamera, sound, editing
p. Estimasi budget art dan kamera termasuk kedalam desain budget
q. List property dan wardrobe yang termasuk kedalam hunting report
r. Crew list

c. Persiapan Produksi
Setelah proses diatas berjalan dan selesai, proses selanjutnya adalah sebagai berikut :
 Pembentukan tim kerja
 Pemilihan talent dan ekstras (dengan audisi)
 Penyediaan art properties, costum dll
 Pencarian lokasi dan perijinan
 Penyediaan peralatan syuting

Proses-proses tersebut diatas sangat penting demi kelancaran syuting. Apabila salah satu proses terabaikan, maka kegiatan syuting akan terganggu. Meskipun kita bekerja dengan budget yang rendah namun proses diatas harus tetap dijalankan. Penghematan biaya biasa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan meminimalkan jumlah kru ( tetap ada batasan maksimal ). Atau dengan menggunakan fasilitas gratis.

2. Produksi

Tahapan ini dimana hampir seluruh team work mulai bekerja. Seorang sutradara, produser atau line produser sangat dituntut kehandalannya untuk mengatasi kru dalam tiap tahap ini. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan adalah :

a. Manajemen Lapangan
Manajemen lapangan mencakup beberapa hal, yaitu:
• Manajemen lokasi ( perijinan, keamanan, keselamatan )
• Talent koordinasi ( koordinasi kostum, make up dll )
• Manajemen waktu ( koordinasi konsumsi, kecepatan kerja, penyediaan alat )
• Crew koordinasi ( koordinasi para kru )

Attitude dalm bekerja merupakan hal yang sangat penting. Kesabaran, pengertian dan kerjasama merupakan attitude yang diperlukan untuk mencapai sukses. Berdoa sebelum bekerja dan briefing sebelum memulai merupakan hal yang baik untuk menyatukan semangat, visi dan attitude yang diinginkan. Jangan pernah kehilangan control emosi pada saat syuting. Apalagi semua bekerja dengan keterbatasan waktu.

b. Kegiatan Shooting
Tahap ini adalah tahap dimana kepiawaian sutradara, DOP, dan kru sangat menentukan. Kualitas gambar adalah selalu ingin kita capai. Oleh karena itu penguasaan kamera dan ligthing sangatlah penting. Untuk mencapai hasil maksimal dengan alat yang kita gunakan, ada beberapa hal yang harus kita ketahui.
1. Shooting outdoor
Shooting outdoor biasa menekan budget, namun harus berhati-hati melakukannya karena sangat bergantung dari keadaan cuaca saat syuting dilakukan. Beberapa yang harus dipersiapkan saat syuting outdoor adalah :
 cahaya matahari ( hard, soft )
 reflector ( silver, gold )
 hujan buatan
 camera setting ( irish, speed, white balance, focus)
 crowd control ( working with ekstras )

2. Shooting indoor
Shooting indoor lebih cepat terkontrol daripada shooting outdoor, namun dibutuhkan peralatan yang cukup lengkap. Antara lain :
 penggunaan lighting sederhana
 penggunaan filter
 make up
 pemilihan back ground
 monitor

3. Visual efek
Beberapa trik mudah untuk dilakukan untuk membuat video kelihatan lebih menarik antara lain dengan :
 reserve motion
 fast motion ( normal lipsync )
 slow motion (normal lipsync )
 crhoma key ( blue screen )
Beberapa hal lain pada saat produksi yang juga perlu untuk diperhatikan yaitu :
• makan/ logistik
• sewa peralatan
• film
• transportasi
• akomodasi
• telekomunikasi
• dokumentasi
• medis

3. Pasca Produksi

Tahap ini adalah tahap penyelesaian akhir dari semua kegiatan shooting yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Kesalahan pada waktu shooting sebagian mungkin diselesaikan pada tahap ini.
a) Editing
Kerjasama sutradara dan editor adalah diperlukan. Editing sebuah film membutuhkan rasa, oleh karena itu diperlukan pemahaman emosi yang akan diedit. Pemahaman tentang software yang digunakan juga sangat membantu maksimalnya hasil editing. Beberapa yang dilakukan antara lain :
o capturing ( optimalisasi )
o format file
o feel
o colouring
o fades and cuts
o kualitas gambar ( film look )
b) Pemilihan format akhir
Format akhir dari film harus sesuai dengan yang telah disepakati bersama saat pra produksi.
Beberapa yang menjadi acuan kerja, serta masuk dalam anggaran kerja pasca produksi adalah :
1. Lab/ ruang editing
2. Editor
3. Mixer
4. Sound, director, enginer
5. Telecine
6. Konsumsi
7. Transportasi
8. Telekomunikasi
9. Mastering
10. poster

4. Bedah Film ( The Making Of )
Adalah pembahasan tentang pembuatan film selama pra hingga pasca.

materi dikalt dasar kine klub umm #9



PELAKU SINEMATOGRAFI

Berikut beberapa penjelasan tentang profesi sinematografi yang ada pada proses pembuatan film :

Produser
Adalah orang yang paling bertanggung jawab atas kelahiran sebuah film. Seorang sosok produser adalah sosok sentral yang menjalankan sebuah produksi film. Tidak dengan uang tapi dengan visi. Sebab dengan modal visilah dia bisa memutuskan apakah cerita itu bisa dikembangkan menjadi film layer lebar, kemampuan yang harus dimiliki yaitu : mengelola keuangan, mencari dana, berbicara dengan calon investor, menyatukan sejumlah orang untuk terjadinya sejumlah film. Para produser adalah orang yang bekerja lebih awal hingga paling akhir dari produksi film. Artinya seorang produser harus memiliki kemampuan yang sangat kompleks dari semua bagian yang ada di bawahnya untuk menjadikan dia mampu mengelola sebuah film.

Manajer Produksi
Kerja manajer produksi bak coordinator harian yang mengatur kerja dan memaksimalkan potensi yang ada di seluruh departemen yang ada. Dalam produksi sebuah film. Ialah yang bertanggung jawab dalam operasi produksi mulai tahap pra produksi sampai produksi usai. Tiap hari ia membuat ceklist mendaftar apa yang sudah dan yang belum dikerjakan, sambil mengantisipasi masalah yang mungkin timbul dan menyiapkan alternative pemecahannya.

Sutradara
Profesi inipun kerap kali menjadi cita-cita banyak orang. Ketajaman visi sangat diperlukan supaya dapat menghidupkan cerita untuk bisa dinikmati di layar lebar. Dia yang harus mengontrol aspek dramatis dan artistik selama proses produksi berlangsung. Ia juga harus mengarahkan seluruh kru dan artis untuk bisa mewujudkan film. Sutradara adalah story teller lewat medium film jauh lebih penting dari pada kepahaman tentang film sendiri. Kemampuan memimpin, komunikasi, visi, sikap, dan pemahaman soal hidup sangat juga diperlukan.

Asisiten sutradara I
Ditahap pra produksi, diperlukan seorang untuk membantu sutradara untuk menterjemahkan hasil direktor treatment kedalam script breakdown dan shooting schedule. Orang ini diberi predikat asissten sutradara I, orang inilah yang mendiskusikan segala keperluan shooting dan manajer produksi.

Penulis skenario
Penilis skenario harus bisa mengatakan sesuatu dengan jelas. Memahami maksud dari cerita. Memahami maksud cerita (berperan sama seperti arsirek untuk membangun cerita ), menulis skenario adalah pekerjaan kolaboratif yang dilakukan si penulis dengan orang yang punya visi yang sama, dalam hal ini sutradara dan produser.

Produser pelaksana
Menjadi produser pelaksana diperlukan kemampuan manajerial, kemampuan mengelola anggaran. Kepemimpin, dan komunikasi. Tugasnya adalah memotivasi dan visi buat terjadinya film, bekerja selama proses produksi berlangsung. Tugas utamanya adalah memaksimalkan hasil produksi dalam bentuk film.

Penata kamera/ fotografi ( DOP )
Menguasai cerita, paham alat, tahu bagaimana menceritakan sesuatu, bisa menentukan penggambaran cerita itu. Menguasai teknik pencahayaan. Menguasai kemampuan manajerial maupun membuat jaringan komunikasi serta mempunyai hubungan yang baik dengan sutradara.

Kameramen
Adalah seorang yang menoprasikan kamera. Seorang kamera person wajib mengetahui seluk beluk kamera sehingga dapat menuangkan visual sesuai yang diinginkan sutradara.

Desain produksi
Diperlukan sebagai asissten sutradara menentukan suasana dan warana yang tampil dalam film. Desain produksi menterjemahkan keinginan kreatif sutradara dan merancangnya. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang luas, kreatif dan teknis agar seseorang desian produksi mampu menuangkan keinginan sutradara menjadi rancangan yang mudah dimengerti tiap kepala departement.

Penata kostum dan penata rias
Bisa ditekuni oleh pria atau wanita. Berhubungan dengan kamera, jadi harus mendiskusikan kesemuanya dengan penata gambar. Memahami karakter dari tokoh. Bertugas membantu sutradara menghidupkan karakter, bukan hanya mendadani pemain. Bekerja secara tim, punya sistem kerja, kemempuankomunikasi, bekerja keras dan tidak mudah panik.

Lighting
Sesorang yang bertugas menjadi lighting mempunyai peranan yang cukup besar, karena kualitas gambar dari sebuah shot akan semakin baik jika cahaya yang digunakan tertata dengan baik.

Penyunting gambar/ editor
Syarat menjadi editor adalah kesabaran. Mempunyai kemampuan bercerita, musik, rapi dan rajin mencatat. Ini jauh lebih penting dari pada kemampuan menggunakan komputer. Mampu berkomunikasi dengan sutradara. Keputusan pada ruang editing didasarkan pada kebutuhan cerita dan pertimbangan kebutuhan penonton.

Penata suara dan penata musik
Di Indonesia unsur audio belum menjadi prioritas. Padahal film bukan hanya membutuhkan gambar, itulah mengapa namanya film se3bagai media audio visual. Profesi inin adalah pekerjaan seni namun membutuhkan kemampuan engineering. Profesi ini sesuai dengan orang yang gemar pada teknologi. Dalam mengerjakan film sesuai dengan script. Dalam memasukkan atau menghilangkan noise bisa menggunakan musik library, bisa juga dengan browsing, dengan syarat mencantumkan pada credit title.

Talent
Mereka adalah figure yang ada kebutuhan dengan skenario dan syuting. Kebituhan mereka pada penyelenggara festival adalha mereka bisa melihat kualitas performa mereka saat di layar serta mampu untuk membandingkan kualitas mereka dengan film lainnya. Selain itu juga sebagai sarana belajar mereka untuk mengenal beragam karakter di film. Serta berkesempatan untuk bertemu dengan para pekerja film lainnya untuk mengembangkan jaringan.

Publisis
Publikasi membutuhkan strategi komunikasi, sementara promosi lebih pada kegiatan pasang iklan di media sebanyak-banyaknya. Publikasi memungkinkan calon penonton untuk terinformasi soal film yang akan dia tonton. Dalam arti dia akan tahu lebih dari sekedar judul film itu apa. Dengan stratergi publikasi yang baik bisa juga menjadi penyelamat film yang mungkin jelek.

Penyelenggara festival
Festival lahir karena penonton membutuhkan forum diskusi, apresiasi, tawaran sudut pandang yang bebeda dan juga tontonan alternatif. Sebetulnya tawaran inilah yang membuat festival menjadi penting. Menguasai strategi menguasai penontonnya. Banyak festival tak lain adalah untuk tempat berinteraksi dan belajar. Banyaknya ajang ini juga sebagai tempat untuk memperluas jaringan akan pelaku film lainnya.
Beberapa macam pelaku dalam film bukan berarti hanya beberapa itu saja yang ada. Melainkan bisa sangat beragam dan banyak. Itu tergantung dari tingkat kebutuhan serta kesulitan pembuatan film tersebut.

Peran Tata Artistik Dalam Produksi Film

Tata Artistik dalam Produksi Film yaitu merancang, mendesain, menciptakan, dari sebuah naskah atau skenario yang sudah di ciptakan, sampai menjadi suatu agenda yang membentuk satu kesatuan yang indah dan enak untuk di lihat sekaligus di nikmati. Ada beberapa pengertian artistik dari berbagai pandangan yaitu artistik dalam kamus besar bahasa indonesia yaitu yang berkaitan dengan seni atau mempunyai nilai seni,akan tetapi secara garis besar yaitu sebuah hal yang mempunyai nilai keindahan yang dapat menarik perhatian orang yang melihat serta menikmatinya. Artistik juga dapat di artikan sebagai pelengkap sesuatu yang telah ada menjadi lebih berseni. Artistik adalah membuat sesuatu yang sudah ada menjadi lebih berseni. Pengertian artistik dalam film adalah segala sesuatu hal yang membuat sebuah film menjadi lebih berseni. Hal ini mencakup rancangan suatu skenario atau naskah yang berkelas.


Rumahkreative.id - Tata Artistik dalam Produksi Film yaitu merancang, mendesain, menciptakan, dari sebuah naskah atau skenario yang sudah di ciptakan, sampai menjadi suatu agenda yang membentuk satu kesatuan yang indah dan enak untuk di lihat sekaligus di nikmati. Ada beberapa pengertian artistik dari berbagai pandangan yaitu artistik dalam kamus besar bahasa indonesia yaitu yang berkaitan dengan seni atau mempunyai nilai seni,akan tetapi secara garis besar yaitu sebuah hal yang mempunyai nilai keindahan yang dapat menarik perhatian orang yang melihat serta menikmatinya. Artistik juga dapat di artikan sebagai pelengkap sesuatu yang telah ada menjadi lebih berseni. Artistik adalah membuat sesuatu yang sudah ada menjadi lebih berseni. Pengertian artistik dalam film adalah segala sesuatu hal yang membuat sebuah film menjadi lebih berseni. Hal ini mencakup rancangan suatu skenario atau naskah yang berkelas.

Tata Artistik terdiri dari kata tata yang artinya aturan atau susunan apabila akan membentuk atau membuat suatu hal. Kata artistik dipakai untuk menyampaikan seluruh materi yang berkarakter seni atau mempunyai nilai seni.  Misalnya artistik digunakan untuk berbagai pertunjukan, tayangan film, dan masih banyak lagi. Semua mempunyai nilai seni yang berbeda-beda, agar menimbulkan kesan indah bagi para penikmatnya. Tak sekedar barang-barang dan aktivitas kesenian, barang-barang yang lain juga mempunyai kesan artistik dan nilai seni.

Tata Artistik sangat penting di dunia perfilman karena akan menciptakan kesan tersendiri pada sebuah film, keberhasilan dalam pembuatan film juga merupakan salah satu bantuan dari sebuah peran tata artistik. Di dalam produksi film memuat beberapa aspek yang mendukung salah satunya yaitu peran seorang penata artistik yang profesional dibidangnya.
Pengertian Tata Artistik Dalam Perfilman

Tata Artistik menjadi seni dan kerajinan (craft) dari langkah bertutur sinematik (cinematic storytelling). Yang ada dalam seni tata artistik yaitu:
1. Merancang desain-desain yang serasi dengan skrip dan konsep sutradara
2. Menciptakan penampilan dan gaya (look dan style)
3. Menghadirkan karakter lewat penciptaan melalui makeover bagian artistik.

Yang ada di dalam kerajinan (craft):
1.Penentuan bahan untuk menentukan look dan style
2. Penentuan komposisi yang sesuai dengan kondisi lokasi dan periode
3. Pengaturan dengan petugas tata artistik dan anggota produksi film lainnya.

Seorang production designer (perancang tata artistik) diminta untuk dapat mengartikan skenario serta konsep cerita ke dalam sebuah gaya artistik yang nyata. Perpaduan sutradara, perancang fotografi serta production designer telah dikerjakan jauh sebelum shooting di laksanakan. Tata Artistik yaitu berarti penggolongan segala hal yang melatar belakangi cerita sebuah film, yaitu menyangkut sebuah ide  tentang setting. Yang dimaksud dengan setting ialah lokasi dan waktu berlangsungnya cerita sebuah film.
Setting harus memiliki informasi akurat mengenai peristiwa yang sedang disaksikan oleh penonton.
1. Setting harus menunjukkan pada saat berjalannya cerita.
2. Mengenai lokasi terjadinya kejadian.

Aspek kerja divisi Tata Artistik :
Praproduksi
1. Menciptakan konsep (sketsa) awal
2. Mewujudkan konsep (sketsa) menjadi sebuah rancangan desain-desain
3. Memilih berbagai warna palette
4. Memilih rancangan artistik secara keseluruhan
5. Merancang anggaran tata artistik
Produksi
1. Menargetkan pengelompokan shot
2. Membentuk setting dan property
3. Melindungi kelangsungan artistik Pascaproduksi

Tim kerja : Divisi artistik  selain karier yang rendah, di sebuah divisi tata artistik masih ada sejumlah pekerjaan lain yang membantu. Seperti :
1. Asisten art director,
2. Set dresser,
3. Set decorator,
4. Property bayer hair and make up,
5. Property master,
6. Wardrobe dresser,
7. Costum designer,
8. Location manager special effect,
9. Production ilustrator.

Penata Artistik atau biasa dikenal Art Director
Yaitu ketua yang menjalankan eksekusi dari seluruh dasar desain tata artistik sebagai tanggungjawab perancang artistik. Semua langkah pemasokan bahan artistik mulai dari awal sampai waktu dilaksanakannya pengambilan gambar serta suara, pada saat proses pembuatan adalah sebuah tanggungjawab art director. Perubahan ketika eksekusi dari rancangan desain tata artistik setidaknya mendapat izin dari production designer. Semua langkah serta hasil dari kerja sang art director adalah sebagai tanggungjawab production designer. Di proyek pembuatan menggunakan anggaran yang minim, tugas art director terkadang dikerjakan oleh production designer karena seorang production designer berfokus pada segala bidang yang berkaitan langsung dengan rancangan tata artistik dibantu oleh asistennya.

Perancang Tata Artistik atau yang dikenal dengan Production Designer
Yaitu seseorang yang ahli di bagian perancangan tata artistik, yang biasanya mendesain beberapa gambar yang sesuai dengan nilai estetika yang berguna untuk produksi sebuah film. Memiliki tanggung jawab ketika membentuk sebuah look dan style dari film tertentu. Mengatur semua yang ahli di bagian tata artistik serta bekerja begitu dekat dengan sang sutradara. Dari ilmunya mengenai arsitektur, periode, tempat, warna, desain,set, sang production designer membuat atmosfir, nuansa serta gaya guna agar menimbulkan perasaan emosi dari keinginan sang sutradara.
Tugas Dan Tanggung Jawab Penata Artistik
Tahap Praproduksi:
1. Sebagai pengatur dari teknik eksekusi atau seorang eksekutor Tata Artistik sedari awal sampai pada saat akan merekam gambar atau subjek serta audio di area yang sudah di siapkan.
2. Membentuk breakdown serta agenda kerja yang khusus keahlian tata artistik.
3. Menyediakan berbagai komponen bahan untuk tata artistik yang serasi dengan sketsa kerja dari sang production designer untuk persiapan sebelum shooting.
4. Serempak dengan manajer produksi serta asisten sutradara membentuk agenda untuk shooting.

Tahap Produksi:
1. Sebagai pengatur dari teknik eksekusi atau seorang eksekutor Tata Artistik dan juga yang bertanggung jawab dalam menyediakan beberapa elemen tata artistik yang serasi dengan bagian proses merekam gambar dan juga audio.
2. Memfokuskan pada bagian pelaksanaan kerja karyawan tata artistik serta memilih mutu hasil yang sebelum dan pada saat merekam subjek.

Hak-hak Art Director:
1. Serempak dengan production designer menentukan serta mencari anggota kerja pada ke ahlian tata artistik yang ahli dan juga sesuai apabila bertugas di sebuah produksi film.
2. Art director berwenang mencegah perbedaan bentuk pada tata artistik dan tidak mempunyai kesepakatan dari sang production designer dan juuga sutradara.

Tugas Dan Tanggung Jawab Perancang Artistik 
Tahap Praproduksi:
1. Menguraikan sebuah skenario serta membicarakannya bersama sutradara dan juga instruktur fotografi untuk menghasilkan penafsiran yang sesuai dalam menciptakan ide pengarang skenario dan sutradara dalam bentuk artistik yang nyata serta membuat konsep style dan look yang sudah disetujui guna sebagai penunjang pencitraan.
2. Dengan asisten sutradara serta location manager melaksanakan hunting lokasi.
3. Dengan sutradara serta instruktur fotografi memutuskan tempat shooting hasil dari anggota hunting lokasi.
4. Dengan sutradara serta instruktur fotografi dan juga departemen produksi memeriksa kembali hasil dari hunting eksterior dan interior. Merancang desain untuk tata letak guna menetapkan set dekorasi serta mengatur bersama sutradara dan juga instruktur fotografi pada saat menetapkan tata letak sebuah kamera.
5. Menciptakan, menetapkan teamwork yang sekiranya sesuai dengan syarat.
6. Menguraikan bagian dari sebuah rancangan desain ke dalam bentuk foto yang akan dipakai sebagai patokan untuk dikerjakan pada waktu mempersiapkan produksi yang dilakukan oleh semua anggota tata artistik dan yang mendukung.
7. Menetapkan keperluan bahan yang cocok dengan spesifikasi yang sudah ditentukan pada rancangan desain artistik bersama semua anggota tata artistik yang berurusan di keahliannya sendiri-sendiri.

Tahap Produksi:
1. Mengatur pekerjaan departemen tata artistik secara teknis di lokasi diatasi oleh art director dan juga asistennya.
2. Menjalankan pemeriksaan dari hasil akhir pekerjaan tata artistik  di awal dan pada saat proses shooting.
3. Senantiasa ada di sekitar sutradara apabila jika harus menangani kesusahan yang ada dalam set pada saat shooting.
4. Siap melawan pergantian apabila kondisi diluar ketentuan.
5. Konsekuen dari hasil serta kualitas tata artistik baik dilihat dari sisi teknis ataupun estetikayang utuh.

Hak-hak Perancang Tata Artistik
1. Memperoleh total dan mutu kru produksi yang sudah ahli, media bahan kerja serta melengkapi sebuah kualitas.
2. Penyampaian rancangan tata artistik terhadap sutradara serta produser bersama keinginan supaya penyampaiannya disepakati mengetahui bahwa berhubungan dengan rancangan anggaran tata artistik.
3. Apabila terdapat pergantian rancangan semula, perancang tata artistik harus di informasikan pergantian itu awalnya.

Unsur - Unsur Tata Artistik Dalam Perfilman
Unsur artistik adalah salah satu unsur yang penting dalam suatu pertunnjukan seni, entah itu teater, drama, musik, atau film. Ada tim khusus menangani dan bertanggung jawab tentang semua tampilan secara visual, seperti apa tampilan itu bisa menginformasikan sebuah pesan atau konsep yang akan disampaikan agar tercipta kondisi yang di inginkan serta dapat menumbuhkan minat para penonton. Tim ini dikenal sebagai penata artistik. Penata artistiklah yang menentukan semua bagian visual serta gaya artistik yang dipakai dan waktu kegiatan dibutuhkan. Penata artistik diharuskan agar bisa mengartikan konsep, ide, pesan, dan suasana hati ke dalam sebuah tampilan visual yang cocok dengan ke inginan pelanggan jadi dibutuhkan proses pembicaraan untuk menggabungkan pandangan tentang konsep yang akan di ciptakan dan mengimajinasikannya ke dalam sebuah tampilan visual. Biasanya sesuatu yang diminta pelanggan tidak sesuai dengan apa yang diartikan oleh sang penata artistik jadi membutuhkan revisi berulang kali. Apalagi terkadang ada pendapat dari pelanggan pada waktu agenda yang mendesak.
Tata artistik meliputi berbagai unsur yaitu :
1. Tata panggung, berkaitan dengan pembentukan tampilan di atas panggung yang di cocokan dengan adegan sehingga dapat mendukung dalam menciptakan situasi agar lebih bisa hidup.
2. Tata cahaya, berhubungan dengan setting pencahayaan di atas panggung yang membantu dalam setiap adegan.
3. Tata musik, berkaitan dengan setting musik yang mengikuti setiap adegan agar mendukung situasi yang di inginkan.
4. Tata suara, berkaitan dengan setting berbagai suara di atas penggung misalnya suara musik pengiring dan juga suara pemain. Disetting supaya suara didengar jelas oleh para penonton.
5. Tata rias dan tata busana, dibutuhkan untuk menciptakan kesan hidup pada sebuah tokoh yang dimainkan oleh seorang aktor.

Senin, 21 Januari 2019

MEMASANG KAMERA, LENSA DAN ASESORIS LAINNYA

JENIS-JENIS LENSA

 1. Lensa Normal
  2. Lensa Tele
  3. Lensa Wide 


A. Lensa Normal
          Lensa ini biasa disebut lensa 50 mm hampir sama dengan penglihatan kita. Menghasilkan  gambar bersifat biasa dan datar tidak ada distorsi atau melengkung





B. Lensa Tele
          Lensa tele mempunyai  focal length yang panjang ( > 50 mm) digunakan untuk pengambilan gambar jarak jauh agar objek dapat terlihat dengan jelas






C. Lensa Wide
Lensa Wide mempunyai focal length yang pendek
 ( < 50mm) digunakan untuk kamera master agar terlihat lebih lebar






KARAKTERISTIK LENSA

  a. Aperture
  b. Focal Length
  c. Focusing
  d. Depth Of Field


a. Aperture
     Bukaan Diafragma, menentukan banyaknya cahaya yang
       masuk dalam lensa


b. Focal Length
    Jarak (dalam mm) dari optical center pada lensa
    kamera ke focal point (titik fokus) yang terletak pada sensor kamera ketika subject dalam keadaan focus






Tata Kamera

MENYIAPKAN KAMERA
 JENIS KAMERA BERDASARKAN SEJARAH
  1. Kamera Analog

  2. Kamera Digital

KAMERA ANALOG
§Kamera Analog adalah kamera yang mempunyai input/output, video dan audio secara terpisah.








2. KAMERA DIGITAL

        Kamera Digital adalah kamera yang mempunyai    input/output , video dan audio secara bersamaan atau   menyatu.




Karakteristik Kamera
  Terdiri dari:
  1. ENG (Electronic News Gathering)
  2. EFP (Electronic Field Production)


1. ENG (Elektronic News Gahering)
 Seperangkat kamera yang memiliki pasilitas lengkap untuk

  melakukan proses rekaman audio visual. Biasanya digunakan untuk peliputan aotdoor.

2. EFP (Elektronic Field Production)
  Seperangkat kamera yang tidak dilengkapi
  pasilitas recording dan audio. Biasanya untuk
  peliputan indoor (Studio)


BAGIAN-BAGIAN KAMERA


  1. Lensa
   2. Body Camera
   3. View Finder





BAGIAN-BAGIAN DAN FUNGSI KAMERA

1. lensa kamera
Lensa mempunyai fungsi menangkap objek secara optic yang menghasilkan gambar dan diteruskan ke permukaan tabung kamera kemudian di ubah lagi dari optic ke elektrik



2. Body Camera (Badan Kamera)
Body camera ini berisi tabung pengambil gambar (pick up tube) yang berfungsi untuk merubah gambar optik yang dihasilkan lensa menjadi signal elektric.




3. View Finder
Untuk meneropong gambar yang direkam oleh kamera